Di pagi hari saat weekend bermain di rumah dan sekitarnya. Bisa bersepeda keliling komplek.Saat itu anak Bungsu sedang gemar membaca beberapa buku kesukaannya. Biasa sang ayah menemani duduk di sampingnya dengan di temani secangkir kopi sambil menghadap ke perkarangan yang indah. Pohon rambutan dan pohon kecapi di iringi angin sepoy-sepoy sejuk suasana pagi.
..10 menit berikutnya ayah bertanya 'kamu lagi baca apa nak?' jawab anak 'buku cerita...2 menit berikutnya ayah bertanya 'sedang baca apa? 'buku cerita..(nada sedikit kesal) nak coba kamu dengar ada suara burung berkicau? tanya ayah 'kamu dengar nak? jawab ...ga yah..penasaran tanya lagi coba deh kamu dengar perlahan dan coba berdiri lihat burung-burung di dahan itu (pintanya).
...diam dan tak bergerak tanpa respon. Akhirnya ayah menanyakan kembali dan menyetuh tangan lembutnya..coba dengar dan lihat lagi kamu dengar suara burung,dengarkah? Iya aku dengar (nada tinggi). Kaget ayah sambil mengelus dada. Ga lama masuk ke dalam kamar mengambil surat lama yang di simpan,lalu kembali duduk di beranda rumah.
Nak..maukah kamu membacakan surat dari ayah untuk ayah saat ini. 'Surat apa yah...?' di baca dengan perlahan,..isi surat nya adalah :
'Kisah yang sama di atas lalu point berikutnya "Ayah tanya sampai 25 kali lihat burung di dahan? lalu ayah jawab dengan hati-hati 'iya..dan sabar' tapi saat ini kamu jawab dengan nada tinggi' baru 5 kali.Masihkah kamu sayang terhadap orang tuamu? akankah sikapmu tumbuh atas amarahmu. Aku memeluk ayahku dahulu sambil meminta maaf bila penggulangan pertanyaan tadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar